Visual Barsoom sangat detail dan memanjakan mata. Desain kota, makhluk asing (Tharks), dan teknologi flying machines digarap dengan serius. Aksi "Super" Carter:
Aksi berubah cepat: duel di atas tahtah berkuda raksasa, penjelajahan reruntuhan yang berdebu, ledakan yang memercikkan pasir merah. Efek visual memukau tetapi yang benar-benar menahan perhatian adalah narasi personal Carter—kerinduan pada rumah, konflik moral, dan hubungan yang tumbuh dengan Dejah Thoris. Sub Indo menangkap perubahan emosi itu—menggunakan frasa pendek saat ketegangan dan kalimat lebih panjang saat adegan sentimental—tanpa menambah kata-kata yang mengganggu.
Jika Anda merasa alurnya terdengar klise atau mirip dengan Avatar , Star Wars , atau Flash Gordon , itu karena film ini diadaptasi dari novel A Princess of Mars karya Edgar Rice Burroughs yang terbit tahun 1912. Menontonnya dengan subtitle Indonesia (sub indo) membantu penonton memahami terminologi alien seperti "Thark" atau "Thern" serta detail plot politik yang cukup padat.